Agenda Demonstrasi Digelar Serentak di Sejumlah Daerah pada 1 September 2025: Ini Tuntutan Massa
Jangkauan Tanggerang Selatan — Agenda Demonstrasi di Sejumlah Daerah, 1 September 2025 dari berbagai elemen masyarakat dijadwalkan menggelar aksi demonstrasi serentak di sejumlah kota besar di Indonesia hari ini, Senin (1/9). Aksi ini merupakan kelanjutan dari gelombang unjuk rasa yang dipicu oleh ketidakpuasan publik terhadap sejumlah kebijakan pemerintah pusat dalam bidang ekonomi, ketenagakerjaan, dan penegakan hukum.
Baca Juga: Kapolri Listyo Sigit Haram Mako Brimob Diserang, Tembak Peluru Karet Massa yang Nekat Masuk
Pantauan redaksi sejak pagi hari, titik-titik unjuk rasa sudah mulai dipadati massa, khususnya di Jakarta, Bandung, Surabaya, Makassar, Yogyakarta, dan Medan. Di ibu kota, konsentrasi massa difokuskan di sekitar kawasan Patung Kuda, Monas, dan berpotensi bergerak ke depan Gedung DPR RI.
Tuntutan Utama Demonstran
Berdasarkan selebaran yang beredar dan pernyataan dari berbagai aliansi yang terlibat, berikut beberapa tuntutan utama para demonstran:
-
Menolak RUU Revisi UU ASN dan Ketenagakerjaan yang dinilai merugikan pekerja.
-
Menuntut transparansi penggunaan anggaran negara, terutama yang berkaitan dengan proyek-proyek strategis nasional.
-
Mendesak pengusutan tuntas kasus-kasus korupsi di sektor keuangan dan perpajakan.
-
Menolak privatisasi sektor publik seperti air, listrik, dan pendidikan.
Peserta Aksi: Serikat, Mahasiswa, hingga Ormas
Peserta aksi berasal dari berbagai kelompok, mulai dari serikat pekerja, organisasi mahasiswa, aktivis lingkungan, hingga kelompok masyarakat sipil. Beberapa nama besar seperti Aliansi Buruh Bersatu, BEM SI, dan Koalisi Rakyat untuk Demokrasi turut menyuarakan dukungan.
Pihak penyelenggara menyebutkan bahwa aksi ini bersifat damai dan konstitusional, namun mereka juga mengantisipasi adanya penyusup atau provokator yang bisa membuat situasi memanas.
Polda Metro Jaya bersama aparat gabungan dari TNI dan Satpol PP telah menyiapkan lebih dari 7.000 personel pengamanan untuk menjaga jalannya demonstrasi di Jakarta.
Pemerintah Siaga dan Buka Dialog
“Kami membuka ruang dialog dengan semua elemen masyarakat. Tapi kami juga tidak akan mentoleransi tindakan anarkis,” ujar Menko Polhukam dalam keterangan persnya.
Peringatan Dini dari BMKG dan Lalu Lintas
BMKG mengeluarkan peringatan dini potensi hujan ringan di beberapa wilayah Jabodetabek siang dan sore hari, yang bisa memengaruhi jalannya aksi. Sementara itu, kepolisian mengimbau masyarakat agar menghindari jalur-jalur yang terdampak demo dan menggunakan transportasi umum jika memungkinkan.
Situasi Terkini: Terkendali, Tapi Tegang
Orator dari berbagai kelompok silih berganti menyampaikan tuntutan di atas mobil komando.






