BPK Dorong Percepatan Pembangunan Jalur Pansela Banyuwangi–Jember
Jangkauan Tanggerang Selatan – BPK Dorong Percepatan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mendorong pemerintah daerah dan pusat untuk mempercepat pembangunan Jalur Pantai Selatan (Pansela) Banyuwangi–Jember, proyek strategis yang dinilai penting untuk memperkuat konektivitas, ekonomi, dan pariwisata di Jawa Timur bagian selatan.
Mempercepat distribusi logistik antara Banyuwangi dan Jember
Mendukung sektor pariwisata, mengingat kawasan selatan memiliki potensi wisata alam yang besar
Mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, khususnya sektor UMKM, pertanian, dan perikanan
BPK menilai proyek ini memiliki potensi besar, namun pembangunan masih menghadapi kendala perencanaan, pembebasan lahan, dan pendanaan.
Baca Juga: Mahalnya Tanah Bikin TPU di Jakpus Sulit Diperluas, Satu Petak Bisa Puluhan Juta
Dorongan BPK untuk Percepatan
Dalam rapat koordinasi terbaru dengan pemerintah daerah dan Kementerian PUPR, BPK menekankan beberapa langkah strategis:
Percepatan Pembebasan Lahan
Banyak titik pembangunan tersendat karena proses pembebasan lahan yang kompleks. BPK mendorong koordinasi yang lebih intensif antara pemerintah daerah, Badan Pertanahan Nasional (BPN), dan masyarakat.
Transparansi Anggaran
Pemeriksaan BPK juga menyoroti pentingnya pengelolaan anggaran secara transparan agar proyek tetap tepat waktu dan sesuai kualitas yang ditargetkan.
Optimalisasi Sumber Dana
Pemerintah diminta untuk mengoptimalkan kombinasi anggaran pusat, APBD, dan kerja sama swasta (Public-Private Partnership) untuk mempercepat pembangunan.
Manfaat Jalur Pansela bagi Banyuwangi–Jember
Pembangunan jalur sepanjang lebih dari 150 km ini diperkirakan akan membawa dampak besar bagi masyarakat dan perekonomian:
Konektivitas Lebih Cepat: Waktu tempuh antara Banyuwangi dan Jember bisa dipangkas hingga 30-40%.
Dorongan Pariwisata: Jalur ini melewati destinasi wisata populer seperti Pantai Pulau Merah, Alas Purwo, dan Watu Dodol.
Pertumbuhan UMKM: Produk lokal seperti hasil pertanian dan kerajinan bisa lebih mudah dijangkau pasar regional dan nasional.
Keselamatan dan Kenyamanan: Jalan yang lebih modern akan mengurangi risiko kecelakaan dibanding jalur lama yang sempit dan berliku.
Tantangan yang Harus Dihadapi
Meski potensinya besar, pembangunan jalur Pansela tidak mudah. Beberapa tantangan utama adalah:
Topografi Sulit: Jalur melewati pegunungan dan hutan lindung yang membutuhkan teknik konstruksi khusus.
Kendala Sosial: Terdapat beberapa permukiman dan lahan warga yang memerlukan pendekatan persuasif dan adil dalam pembebasan lahan.
Lingkungan: Pembangunan harus mempertimbangkan keberlanjutan ekosistem, termasuk hutan dan habitat satwa.
Langkah Ke Depan
BPK menekankan perlunya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, kabupaten, dan masyarakat untuk memastikan jalur Pansela selesai sesuai jadwal. Pemerintah daerah juga diminta melakukan monitoring rutin dan laporan transparan ke publik agar proyek tetap berada pada jalurnya.






