Calon Alutsista Baru TNI AU: Rafale, J-10C, dan Airbus A400M
Jangkauan Tanggerang Selatan – Calon Alutsista Baru Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) tengah mempersiapkan diri untuk memperkuat armadanya dengan sejumlah alat utama sistem senjata (alutsista) canggih. Di antara alutsista yang akan memperkuat TNI AU adalah pesawat tempur Dassault Rafale, pesawat tempur J-10C buatan China, dan pesawat angkut Airbus A400M.
1. Rafale: Pesawat Tempur Multirole dari Prancis
TNI AU telah memesan pesawat tempur multirole Dassault Rafale dari Prancis. Pesawat ini dirancang untuk berbagai misi, termasuk superioritas udara, serangan darat, dan pengintaian. Rafale memiliki kemampuan manuver tinggi dan dilengkapi dengan sistem avionik modern, menjadikannya salah satu pesawat tempur paling canggih di dunia.
Pesawat ini akan memperkuat skuadron tempur TNI AU dan meningkatkan kesiapan operasional dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan udara.
Baca Juga: BPK Dorong Percepatan Pembangunan Jalur Pansela Banyuwangi-Jember
2.Calon Alutsista Baru J-10C: Pesawat Tempur Generasi 4,5 dari China
Selain Rafale, TNI AU juga berencana menambah armada tempurnya dengan pesawat J-10C buatan China.
Namun, pengadaan pesawat ini masih dalam tahap perencanaan dan belum ada informasi resmi mengenai jadwal kedatangannya.
3. Airbus A400M: Pesawat Angkut Strategis untuk Misi Multirole
Untuk mendukung misi logistik dan mobilitas pasukan, TNI AU juga memesan pesawat angkut strategis Airbus A400M. Pesawat ini memiliki kapasitas angkut yang besar dan dapat membawa berbagai jenis peralatan militer, termasuk kendaraan tempur dan helikopter.
Kehadiran pesawat ini akan meningkatkan kemampuan TNI AU dalam melakukan operasi angkut strategis dan mendukung misi kemanusiaan serta bantuan bencana.
4. Sinergi dan Modernisasi Alutsista TNI AU
Pengadaan Rafale, J-10C, dan A400M merupakan bagian dari upaya TNI AU untuk melakukan modernisasi alutsista dan meningkatkan kesiapan operasional.
Modernisasi Besar TNI AU
Upaya pengadaan tiga jenis alutsista ini merupakan bagian dari program Minimum Essential Force (MEF) tahap ketiga, yang menargetkan peningkatan kesiapan tempur TNI AU hingga tahun 2029. Pemerintah menegaskan bahwa modernisasi ini bukan bentuk perlombaan senjata, melainkan langkah realistis menjaga kedaulatan udara nasional.
Indonesia harus siap menghadapi tantangan kawasan. Penguatan TNI AU bukan hanya soal jumlah pesawat, tetapi juga kemampuan dan kesiapan personel,” ujar Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dalam kesempatan terpisah.
Dengan masuknya Rafale, J-10C, dan Airbus A400M, kekuatan udara Indonesia akan memasuki babak baru dalam sejarah militernya.






