Dijuluki Oil Kumar Akui Minum Oli Selama 33 Tahun, Klaim Tak Pernah Sakit
Jangkauan Tanggerang Selatan — Dijuluki Oil Kumar Seorang pria asal India kembali menjadi sorotan publik setelah pengakuannya yang tak biasa viral di media sosial. Ia menyebut minuman pilihannya bukan susu atau teh seperti kebanyakan orang India, melainkan oli bekas dari motor dan truk.
Saya mulai minum oli saat usia 15 tahun. Awalnya karena rasa penasaran. Lama-lama malah jadi ketagihan. Dan sejauh ini saya merasa sehat-sehat saja,” ujar Kumar dalam sebuah wawancara televisi lokal.
Tidak Pernah ke Dokter
Lebih mengejutkan, Kumar mengaku tidak pernah mengalami sakit serius selama tiga dekade menjalani kebiasaan tak lazim itu. Bahkan, ia mengklaim tidak pernah mengunjungi dokter sejak muda, kecuali saat melakukan pemeriksaan kesehatan wajib untuk keperluan administrasi.
Kami sempat khawatir, tapi dia benar-benar kelihatan bugar. Bahkan lebih kuat dari orang seusianya,” kata Raju, tetangga Kumar, kepada media lokal.
Baca Juga: Eks Presiden Duterte Didakwa atas Kejahatan Kemanusiaan dalam Perang Narkoba
Dijuluki Oil Kumar Penjelasan Medis: Ajaib, Tapi Bukan Tanpa Risiko
Dokter spesialis toksikologi, Dr. Ravi Mehta, menyebut bahwa konsumsi oli — apalagi dalam jangka panjang dapat merusak organ dalam seperti hati, ginjal, dan sistem saraf.
Fakta bahwa seseorang bisa bertahan hidup setelah mengonsumsi oli selama puluhan tahun tidak berarti itu aman.
Viral di Media Sosial, Picu Perdebatan
Kisah “Oil Kumar” menjadi viral di berbagai platform sosial media seperti Instagram dan TikTok, dengan ribuan komentar netizen yang antara kagum, syok, hingga skeptis. Banyak pula yang mengingatkan agar publik tidak mudah percaya tanpa bukti ilmiah dan medis.
Sementara itu, sejumlah netizen di India justru menjadikan kisah ini sebagai bahan humor dan meme, menyandingkan Kumar dengan “superhero lokal” yang tahan racun.
Pemerintah Diminta Lakukan Pemeriksaan
Dengan semakin viralnya kisah ini, beberapa kalangan di India meminta agar pemerintah daerah maupun kementerian kesehatan turun tangan, baik untuk mengecek kondisi kesehatan Kumar secara resmi, maupun untuk mencegah masyarakat lain meniru kebiasaannya yang bisa berakibat fatal.






