Gotong Royong DPD PDIP Sumut Buktikan Gotong Royong Nyata: 6 Ton Benih Jagung P-32 Dikirim ke Taput
Jangkauan Tanggerang Selatan – Gotong Royong DPD PDIP Meski sedang menghadapi tekanan fiskal dan keterbatasan anggaran, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Sumatera Utara tetap menunjukkan komitmen kerakyatan mereka. Dalam semangat gotong royong yang menjadi roh partai, DPD PDIP Sumut mendistribusikan 6 ton benih jagung varietas unggul P-32 ke Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Selasa (7/10).
Langkah ini merupakan bagian dari program road show pangan dan kemandirian petani, yang digagas sebagai bentuk respons konkret partai terhadap keresahan petani di tengah ancaman krisis pangan dan naiknya biaya produksi.
Simbol Perlawanan terhadap Defisit
Sekretaris DPD PDIP Sumut, Soetarto Simamora, menyebut pengiriman benih ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan simbol perlawanan terhadap defisit anggaran yang kini membelenggu banyak daerah.
“Di saat pemerintah bicara defisit, kami bicara solusi. Petani tak bisa menunggu rapat anggaran, mereka butuh benih, pupuk, dan pasar. Itulah mengapa PDIP bergerak,” ujar Soetarto dalam pernyataan resminya.
Benih jagung P-32 sendiri dikenal memiliki produktivitas tinggi dan tahan terhadap hama, serta cocok untuk kontur tanah dan iklim di kawasan Tapanuli.
Baca Juga: Aksi Heroik Nelayan di Gilimanuk Bali Selamatkan Penumpang Kapal yang Jatuh ke Laut
Gotong Royong DPD PDIP Antusiasme Petani Taput
Banyak dari mereka mengaku tidak menyangka bantuan benih datang langsung dari partai politik, di luar jalur program pemerintah.
“Biasanya bantuan begini lewat dinas, sekarang langsung dari partai. Kami senang karena artinya masih ada yang peduli dengan nasib kami,” kata Tigor, petani muda dari Kecamatan Adiankoting.
Masing-masing kelompok akan mendapatkan pendampingan teknis dari relawan pertanian binaan PDIP.
Politik yang Membumi
Aksi nyata DPD PDIP Sumut ini menunjukkan bahwa kerja-kerja politik tidak harus berjarak dengan kebutuhan rakyat. Ketua DPD PDIP Sumut, Rapidin Simbolon, menegaskan bahwa partainya akan terus mengutamakan kerja langsung di lapangan ketimbang hanya mengandalkan narasi politik di media.
“Gotong royong bukan hanya slogan. Ini kerja ideologis. Kami turun ke desa, kami dengar keluhan rakyat, dan kami beri apa yang kami bisa,” ujar Rapidin.
Penutup
Dan PDIP Sumut, lewat benih-benih itu, sedang menanam harapan baru di ladang-ladang rakyat.






