Shoppe Mall
Shoppe Mall
Shoppe Mall Shoppe Mall Shoppe Mall

Hadapi Hujan Ekstrem Jakarta Siapkan 600 Pompa Air untuk Cegah Banjir

Hadapi Hujan Ekstrem
Shoppe Mall

Hadapi Hujan Ekstrem Jakarta Kerahkan 600 Pompa Air untuk Redam Risiko Banjir

Jangkauan Tanggerang Selatan — Hadapi Hujan Ekstrem yang diperkirakan terjadi dalam beberapa pekan ke depan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menyiapkan langkah-langkah antisipatif guna meminimalisir risiko banjir. Salah satu upaya utama adalah mengerahkan 600 unit pompa air yang tersebar di titik-titik rawan genangan di lima wilayah kota.

Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Yusmada Faizal, mengatakan bahwa seluruh pompa dalam kondisi siaga dan telah menjalani uji coba teknis sejak awal September. Baik pompa stasioner maupun mobile (bergerak) telah disiapkan untuk menghadapi puncak musim hujan yang diprediksi berlangsung mulai Oktober hingga Januari mendatang.

Shoppe Mall

Fokus pada Wilayah Rawan Genangan

Menurut Yusmada, titik-titik kritis seperti Jakarta Utara, Jakarta Barat, dan Jakarta Timur menjadi prioritas pengawasan. Wilayah-wilayah tersebut kerap mengalami banjir akibat limpasan air dari sungai maupun curah hujan tinggi yang melebihi kapasitas drainase.

“Sebanyak 600 pompa telah kami siapkan, termasuk 200 pompa mobile yang bisa digerakkan ke lokasi-lokasi yang mengalami lonjakan air secara tiba-tiba,” ujar Yusmada dalam keterangan pers, Senin (30/9).

Dia juga menambahkan, sistem pengendalian banjir saat ini sudah terintegrasi dengan pemantauan cuaca dari BMKG dan dashboard digital milik Dinas SDA, yang memungkinkan pengambilan keputusan cepat saat hujan deras melanda.

Jakarta Siagakan Pompa Stasioner Hadapi Ancaman Banjir Rob, Ada 12 Titik  Rawan - Jawa Pos

Baca Juga: Kronologi Uang Nasabah 750 Juta Dibobol Pelaku Pakai KTP Palsu, Awalnya tak Bisa Akses Aplikasi Bank

Pompa Air Didukung Operasi 24 Jam

Guna memastikan pompa bekerja optimal, Dinas SDA menyiagakan petugas operasional selama 24 jam, termasuk pada hari libur dan akhir pekan. Petugas akan berjaga di lokasi rumah pompa untuk mengawasi kondisi mesin, melakukan perawatan rutin, serta merespons bila ada gangguan teknis.

“Kami tidak ingin ada kejadian pompa mati saat dibutuhkan. Karena itu, pengawasan dilakukan nonstop,” tegasnya.

Hadapi Hujan Ekstrem Dukungan Infrastruktur Tambahan

Selain pompa, Pemprov DKI juga mengerahkan alat berat seperti ekskavator amfibi untuk pengerukan sungai dan saluran air. Upaya ini ditujukan untuk menjaga kapasitas tampung aliran air hujan, terutama di kawasan yang kerap menjadi langganan genangan seperti Kampung Melayu, Cawang, Petamburan, dan Sunter.

Sementara itu, pembangunan sumur resapan dan kolam retensi juga terus dilakukan sebagai bentuk mitigasi jangka panjang. Hingga September 2025, lebih dari 4.000 titik sumur resapan telah dibangun di berbagai kawasan permukiman dan fasilitas umum.

Imbauan kepada Warga

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Marullah Matali, mengimbau masyarakat agar ikut berperan aktif dalam upaya pencegahan banjir. Salah satunya dengan tidak membuang sampah ke saluran air dan membersihkan lingkungan sekitar.

“Kami sudah siaga dari sisi pemerintah. Tapi banjir tidak bisa dicegah sendirian. Partisipasi warga sangat penting, terutama dalam menjaga kebersihan drainase di lingkungannya,” ujarnya.

Prediksi Cuaca dan Kesiapsiagaan

BMKG memperkirakan wilayah Jakarta akan mengalami peningkatan intensitas hujan mulai pertengahan Oktober, dengan puncaknya terjadi antara November hingga Januari. Potensi hujan lebat disertai angin dan petir juga disebut akan meningkat karena faktor perubahan iklim dan fenomena La Nina ringan.

Shoppe Mall