Jokowi Jadi Dewan Penasihat Bloomberg New Economy: Peran Baru di Panggung Ekonomi Global
Jangkauan Tanggerang Selatan — Jokowi Jadi Dewan Penasihat Mantan Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi), kini mengukuhkan perannya di kancah ekonomi global dengan diangkat menjadi Dewan Penasihat Global pada inisiatif Bloomberg New Economy. Penunjukan tersebut menjadikannya salah satu suara strategis dalam platform yang merumuskan ide dan kebijakan terkait tantangan ekonomi dunia ke depan.
Pada kesempatan Bloomberg New Economy Forum 2025, yang digelar di Singapura pada 19–21 November, Jokowi akan tampil sebagai pembicara utama di sesi penutupan Forum — menegaskan komitmennya untuk membawa gagasan Indonesia dalam dialog internasional.
Dari Tawaran hingga Penunjukan Resmi
Jokowi mengaku sudah menerima tawaran menjadi penasihat global Bloomberg New Economy sejak Januari 2025.
Pada akhir Januari, ia menyatakan kesediaannya, dan di bulan Maret dirinya mendapatkan ucapan selamat langsung dari Michael Bloomberg, pendiri Bloomberg, atas pengangkatannya.
Sebagai Dewan Penasihat, Jokowi akan membantu merumuskan inisiatif strategis Bloomberg New Economy, terutama di sektor ekonomi negara berkembang, inovasi digital, dan isu transformatif seperti intelijen ekonomi.
Baca Juga: Kamboja Masuk Daftar Hitam TPPO Disperinaker Bangkalan Ambil Langkah Preventif
Tema dan Pesan Utama yang Akan Disampaikan di Forum
Dalam pidato penutup yang dijadwalkan pada Jumat, 21 November 2025, Jokowi diperkirakan akan membawa beberapa gagasan penting:
Intelijen Ekonomi untuk Keputusan Cepat dan Tepat
Salah satu poin utama yang disampaikan Jokowi adalah pentingnya intelligence ekonomi — data real-time, analisis kompetitif, dan penggunaan teknologi seperti AI, 5G, dan IoT untuk memperkuat pengambilan keputusan negara dan perusahaan.
Ia bertekad menyuarakan kepentingan negara-negara Global South agar kemitraan ekonomi dunia lebih inklusif.
Melalui perannya, ia ingin mendorong kolaborasi jangka panjang untuk inovasi dan pembangunan berkelanjutan.
Jokowi Jadi Dewan Penasihat Makna Strategis untuk Indonesia
Penunjukan Jokowi sebagai penasihat Bloomberg bukan sekadar kehormatan simbolik. Ada beberapa implikasi strategis:
Peningkatan Profil Global: Indonesia semakin diperhitungkan di forum transformasi ekonomi global.
Tantangan dan Harapan
Namun, peran ini juga menghadirkan tantangan:
Keseimbangan Kepentingan: Jokowi harus menjaga agar keterlibatannya sebagai penasihat tidak sekadar menguntungkan platform global, tetapi juga memperjuangkan kepentingan nasional.






