Shoppe Mall
Shoppe Mall
Shoppe Mall Shoppe Mall Shoppe Mall
Berita  

Korban Pengeroyokan 4 Gadis di Tasikmalaya: Saya Difitnah dan Dijebak

Korban Pengeroyokan
Shoppe Mall

Korban Pengeroyokan 4 Gadis di Tasikmalaya: “Saya Difitnah dan Dijebak”

Jangkauan Tanggerang Selatan — Korban Pengeroyokan Seorang remaja perempuan berinisial R akhirnya angkat bicara setelah menjadi korban pengeroyokan yang dilakukan oleh empat gadis di Tasikmalaya. Dalam pernyataannya, R mengaku apa yang menimpanya bukan hanya tindakan kekerasan, tetapi juga jebakan dan fitnah yang membuatnya terpuruk secara fisik maupun mental.

 Kronologi Singkat Kejadian

Peristiwa pengeroyokan terjadi di sebuah lokasi yang sebelumnya disepakati para pelaku. R mengatakan bahwa ia mendapat ajakan bertemu oleh salah satu dari mereka dengan dalih ingin menyelesaikan kesalahpahaman. Namun sesampainya di lokasi, situasi berubah menjadi intimidasi hingga akhirnya berujung pemukulan berulang kali.

Shoppe Mall

Menurut pengakuan R, ia bahkan tidak sempat mempertahankan diri.

Saya diajak bicara baik-baik, tapi ternyata itu cuma alasan supaya saya datang. Begitu sampai, mereka langsung menyerang. Saya tidak menyangka itu jebakan,” ujar R dengan suara bergetar.Empat Gadis Pengeroyok Remaja 16 Tahun di Tasikmalaya Dijerat Pasal Berlapis

Baca Juga: Media Asing Soroti Kebakaran Kantor Drone di Jakarta yang Tewaskan 22 Orang

 Saya Difitnah” — Awal Konflik yang Tidak Pernah Ia Buat

R menegaskan bahwa penyebab keributan tersebut berangkat dari isu yang sama sekali tidak benar. Ia difitnah menyebarkan gosip tentang salah satu pelaku, padahal ia merasa tidak pernah terlibat dalam masalah tersebut

“Mereka menuduh saya ngomong hal buruk di belakang mereka, padahal itu bukan saya. Fitnah itu sudah saya klarifikasi, tapi mereka tetap tidak percaya,” tuturnya.

Kekecewaan semakin besar saat R mengetahui bahwa rencana pertemuan itu sudah dirancang untuk memancing kehadirannya dan merekam kejadian, yang kemudian menyebar luas di media sosial. Luka Fisik dan Psikologis

Akibat kejadian ini, R mengalami beberapa luka memar di tubuh dan wajah. Tetapi menurut keluarga, yang lebih berat adalah trauma mental yang masih membekas.

Ibunya mengungkapkan bahwa R sulit tidur, takut keluar rumah, dan ketakutan saat menerima pesan dari nomor yang tidak dikenal.

“Anak saya benar-benar terpukul. Bukan hanya dipukul, tapi martabatnya pun ikut direndahkan karena video itu tersebar,” kata sang ibu.

Korban Pengeroyokan Polisi Sudah Menangani Kasus Ini

Kasus pengeroyokan tersebut kini telah masuk dalam penyelidikan aparat kepolisian. Beberapa pelaku sudah dimintai keterangan, dan keluarga korban berharap proses hukum berjalan adil tanpa ada tekanan atau intervensi.

Pihak kepolisian juga menegaskan bahwa tindakan main hakim sendiri, terlebih dilakukan secara berkelompok, termasuk dalam tindak pidana yang dapat dikenakan sanksi serius.

 Netizen Geram: Serukan Keadilan untuk Korban

Video pengeroyokan yang tersebar di media sosial langsung memicu gelombang kemarahan publik. Banyak warganet mengecam tindakan para pelaku dan mendesak agar kasus ini tidak dikompromikan.

Beberapa komentar menyebut aksi tersebut sebagai bentuk perundungan ekstrem yang harus ditindak tegas agar tidak menjadi kebiasaan di kalangan remaja.

Korban Pengeroyokan Dukungan Mengalir untuk R

Sejumlah komunitas perlindungan anak dan perempuan di Tasikmalaya juga memberikan perhatian. Mereka menawarkan pendampingan psikologis dan bantuan hukum agar R dapat memulihkan diri dan memperoleh keadilan.

R pun berharap kejadian ini menjadi pembelajaran bagi remaja lainnya.

Saya hanya ingin nama saya dipulihkan. Saya ingin orang tahu bahwa saya tidak bersalah dan saya dijebak,” katanya.

 Penutup

Kasus pengeroyokan ini menambah daftar panjang kekerasan antar remaja yang berawal dari isu yang belum tentu benar. Keberanian korban untuk bersuara adalah langkah penting, tidak hanya untuk dirinya, tetapi juga sebagai pengingat bahwa fitnah dan persekusi sosial bisa menghancurkan hidup seseorang.

Shoppe Mall