Shoppe Mall
Shoppe Mall
Shoppe Mall Shoppe Mall Shoppe Mall

Minimnya Truk Pengangkut Dinilai Jadi Pemicu Sampah Menumpuk di Rawa Badak

Minimnya Truk Pengangkut
Shoppe Mall

Minimnya Truk Pengangkut, Sampah di Rawa Badak Semakin Menumpuk

Jangkauan Tanggerang Selatan – Minimnya Truk Pengangkut Warga Rawa Badak, Jakarta Utara, mengeluhkan menumpuknya sampah di lingkungan mereka akibat minimnya jumlah truk pengangkut sampah yang beroperasi di kawasan tersebut. Kondisi ini tidak hanya menimbulkan pemandangan kumuh, tetapi juga meningkatkan risiko kesehatan bagi masyarakat sekitar.

Sejumlah warga menyebut bahwa sampah rumah tangga dan sampah organik menumpuk hampir setiap hari, sementara jadwal pengangkutan tidak berjalan lancar. Hal ini memicu bau tidak sedap dan menyulitkan aktivitas warga.

Shoppe Mall

Setiap harinya, sampah menumpuk di depan rumah. Kadang baru diambil beberapa hari kemudian, itu pun kalau ada truk yang datang. Kalau begini terus, jelas membahayakan kesehatan,” ujar salah satu warga.


Minimnya Truk Pengangkut Kondisi Lapangan dan Dampak Lingkungan

Selain menimbulkan bau, tumpukan sampah juga menjadi sarang penyakit dan mengundang hama seperti tikus dan lalat. Lingkungan yang kotor dapat memicu penyakit kulit, diare, hingga gangguan pernapasan bagi anak-anak dan orang tua.

Petugas kebersihan menyebut bahwa jumlah truk pengangkut yang tersedia jauh dari cukup untuk menutupi kebutuhan di kawasan padat penduduk ini. Hal ini membuat mereka kewalahan mengangkut sampah tepat waktu.6 Kecamatan di Bandung Barat Tak Dilayani Armada Angkutan Sampah


Baca Juga: Paspor Malaysia Kini Terkuat Ke-3 di Dunia, Kalahkan AS dan Jepang

Permintaan Warga ke Pemerintah

Warga meminta pemerintah daerah untuk menambah jumlah truk pengangkut dan memperbaiki sistem pengumpulan sampah. Mereka berharap dengan peningkatan kapasitas angkut, sampah dapat segera dibersihkan dan lingkungan menjadi lebih sehat.

Kami tidak menuntut yang berlebihan, hanya minta truk lebih banyak dan jadwal pengangkutan lebih rutin. Kalau tidak, lingkungan kami akan semakin kotor dan berbahaya,” ujar Ketua RT setempat.


Tindakan yang Diharapkan

Para ahli lingkungan menyarankan pemerintah melakukan evaluasi distribusi armada truk dan meningkatkan koordinasi dengan masyarakat. Selain itu, penerapan program bank sampah atau pengelolaan sampah berbasis komunitas bisa membantu mengurangi volume sampah di titik-titik kritis.Sejumlah warga menyatakan bahwa sampah rumah tangga dan organik menumpuk hampir setiap hari, menyebabkan bau tidak sedap dan berpotensi menimbulkan penyakit. “Sampah sering menumpuk di depan rumah karena truk pengangkut tidak cukup banyak dan jadwal pengangkutan tidak rutin,” kata seorang warga setempat.

Shoppe Mall