Patung Buddha Kuno Ini Ternyata Berisi Mumi Biksu Berusia ~1.000 Tahun — Begini Ceritanya
Jangkauan Tanggerang Selatan – Patung Buddha Kuno Sebuah penemuan menakjubkan muncul dari dunia arkeologi dan penelitian Buddha — sebuah patung Buddha kuno, sekitar seribu tahun usianya, ternyata menyimpan sebuah mumi biksu di dalamnya.
Patung Buddha Kuno Temuan Mengejutkan di Balik Patung
Patung tersebut semula dikenal sebagai patung Buddha biasa — hingga dipindahkan ke museum dan diperiksa menggunakan mesin modern seperti CT‑scan dan endoskop. Hasil pemindaian mengungkap ada tubuh manusia terawetkan (mumi) berada di dalam rongga patung.
Analisis menyebut bahwa mumi itu diduga milik seorang biksu bernama Liuquan, yang hidup sekit
Menurut hasil penelitian, organ dalam mumi telah dibuang, dan rongga tubuhnya diisi dengan kertas bertuliskan karakter Cina kuno — detail yang menunjukkan bahwa pengawetan dilakukan dengan prosedur sangat teliti.
Baca Juga: Legenda Barcelona Peringatkan Hansi Flick Soal Rapuhnya Lini Belakang Tim
Bagaimana Mumi Bisa Berada di Dalam Patung?
Penelitian menunjukkan bahwa mumi ini kemungkinan besar hasil dari praktik kuno yang disebut self‑mummification (atau “mumi diri sendiri”). Dalam tradisi tertentu, beberapa biksu memilih menjalani laku spiritual ekstrem selama bertahun‑tahun: diet sangat ketat, meditasi panjang, dan pengosongan diri — dengan tujuan mencapai tingkat spiritual tertinggi. Jika berhasil, jasad mereka bisa dipandang sebagai “Buddha hidup”.
Setelah wafat dan tubuh membeku secara alami (atau hampir utuh), tubuh biksu — dalam posisi meditasi/bersila — kemudian “dikubur” dalam sebuah patung Buddha sebagai bentuk penghormatan terakhir. Itulah kemungkinan bagaimana seseorang bisa “berdiam” selama sekitar 1.000 tahun di dalam patung.
Signifikansi Penemuan bagi Sejarah & Kultur Buddha
Penemuan ini sangat langka — sejauh ini ini adalah kasus tunggal di mana mumi seorang biksu ditemukan dalam patung Buddha.
Manfaat penemuan:
Memberi bukti nyata bahwa praktik self‑mummification pernah ada dan dilakukan dengan tingkat dedikasi spiritual tinggi.
Menambah wawasan kita tentang tradisi religius dan kepercayaan di masa lalu: bagaimana kematian dan penghormatan terhadap biksu dijalankan.
Membantu para peneliti merunut tradisi pemakaman, seni religius, serta pertukaran budaya di Asia — terutama kaitan antara agama, seni, dan ritual kematian.
Kontroversi & Asal‑Usul Patung
Meski patung tersebut sempat dipamerkan di museum di Eropa, asal‑usulnya menuai kontroversi. Beberapa komunitas dari provinsi di China mengklaim bahwa patung itu dicuri dari kuil lokal mereka pada 1995. Pihak museum pun pernah menarik patung tersebut dari pameran untuk “menilai ulang situasi” setelah klaim tersebut muncul.






