Shoppe Mall
Shoppe Mall
Shoppe Mall Shoppe Mall Shoppe Mall
Berita  

Perjuangan Manusia Silver Bertahan Hidup, Relakan Kulit Rusak demi Nafkahi Keluarga

Perjuangan Manusia Silver
Shoppe Mall

Perjuangan Manusia Silver: Relakan Kulit Rusak Demi Menafkahi Keluarga

Jangkauan Tanggerang Selatan — Perjuangan Manusia Silver Di tengah hiruk-pikuk ibu kota, sosok manusia silver masih sering terlihat berdiri di perempatan jalan, tubuhnya dipenuhi cat berwarna perak yang mengilap. Di balik tampilan yang mencolok itu, tersimpan kisah perjuangan yang berat—perjuangan seorang ayah, seorang anak, atau seorang suami yang rela merusak kulitnya demi membawa pulang sedikit rezeki untuk keluarga.

Cat yang Menggerogoti Kulit

Cat silver yang dipakai para manusia silver biasanya bukan cat khusus tubuh, melainkan cat industri yang mengandung bahan kimia keras. Pemakaian berulang dapat menyebabkan iritasi, kulit mengelupas, hingga sesak napas akibat bau menyengat. Namun bagi mereka, risiko itu harus dihadapi demi mendapatkan pemasukan harian.

Shoppe Mall

“Perih, panas, kadang gatal. Tapi kalau tidak pakai cat, orang tidak melihat kami, dan tidak ada uang masuk,” ujar seorang manusia silver yang ditemui di kawasan Jakarta Timur.

Ia mengaku harus mencuci tubuhnya berulang kali setiap malam, namun bekas cat tetap melekat dan membuat kulitnya semakin rusak.Cerita Pilu Tamara Si Manusia Silver, Cari Uang di Jalanan usai Dipecat  Gara-gara Covid-19

Baca Juga: Korban Pengeroyokan 4 Gadis di Tasikmalaya: Saya Difitnah dan Dijebak

Jalanan Jadi Panggung Harian

Setiap pagi, mereka memulai hari dengan mengoleskan cat ke seluruh tubuh, kemudian berdiri di persimpangan yang ramai. Dengan pose patung dan gerakan kaku, mereka berharap pengendara memberikan sedikit uang sebagai bentuk apresiasi.

Pendapatan yang diperoleh tidak menentu—kadang pulang dengan Rp30 ribu, kadang bisa lebih dari Rp70 ribu, namun tidak jarang juga pulang dengan kantong nyaris kosong.

“Kalau hujan, ya habis. Cat luntur, uang juga tidak ada,” katanya lirih.

Tekanan Ekonomi Jadi Faktor Utama

Sebagian besar manusia silver terjun ke pekerjaan ini karena desakan hidup. Banyak di antara mereka kehilangan pekerjaan, tidak memiliki pendidikan memadai, atau menanggung beban keluarga yang semakin berat. Pekerjaan ini dianggap salah satu cara tercepat untuk mendapatkan uang meski harus bertaruh kesehatan.

Tak sedikit pula yang merupakan perantau dari daerah, datang ke Jakarta dengan harapan bisa mengirim uang ke kampung halaman.

Perjuangan Manusia Silver Respons Pemerintah dan Masyarakat

Sejumlah pemerintah daerah telah berupaya menertibkan manusia silver, mengingat pekerjaan ini berbahaya bagi kesehatan dan keselamatan di jalan raya. Beberapa dari mereka diarahkan mengikuti pelatihan keterampilan atau diberikan bantuan usaha mikro.

Namun kenyataannya, banyak manusia silver masih kembali turun ke jalan karena merasa belum ada pekerjaan lain yang mampu menjamin pendapatan harian.

Di sisi lain, masyarakat memiliki pandangan beragam. Sebagian merasa iba dan memberi uang, sebagian lagi menilai pekerjaan ini membahayakan dan harus dihentikan. Namun satu hal yang pasti: di balik cat silver itu, ada manusia yang berjuang.

Mimpi Kecil yang Masih Bertahan

Meski hidup serba sulit, mereka tetap menyimpan harapan. Ada yang ingin membuka usaha kecil, ada yang ingin pulang kampung, dan ada pula yang hanya berharap hidup lebih layak.

Shoppe Mall