Shoppe Mall
Shoppe Mall
Shoppe Mall Shoppe Mall Shoppe Mall
Berita  

340 Orang di Ketapang Keracunan MBG Diduga dari Perkedel Tahu

340 Orang di Ketapang
Shoppe Mall

340 Orang di Ketapang Keracunan MBG, Diduga dari Perkedel Tahu yang Terkontaminasi

Jangkauan Tanggerang Selatan — 340 Orang di Ketapang Keracunan Kalimantan Barat, dilaporkan mengalami keracunan massal setelah mengonsumsi makanan yang diduga terkontaminasi bahan berbahaya. Peristiwa ini terjadi pada Sabtu (7 Februari 2026) setelah sejumlah warga membeli dan mengonsumsi perkedel tahu dari pedagang kaki lima yang tersebar di berbagai titik di pusat kota. Keracunan tersebut diperkirakan disebabkan oleh kontaminasi bahan kimia berbahaya, yang dikenal dengan nama MBG (Methyl Butyl Glycol), yang masuk ke dalam makanan tersebut.

Berdasarkan laporan dari Dinas Kesehatan setempat, korban keracunan mengalami berbagai gejala, mulai dari mual, muntah, diare, hingga pusing dan lemas. Sebagian besar korban langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat, termasuk RSUD Ketapang dan beberapa klinik kesehatan di sekitar wilayah tersebut. Petugas medis yang menangani kasus keracunan massal ini menyebutkan bahwa MBG, yang sering kali digunakan dalam proses pembersihan atau pengolahan industri, ditemukan dalam kadar tinggi dalam perkedel tahu yang dimakan oleh warga.

Shoppe Mall

Keracunan Massal Akibat Perkedel Tahu

Peristiwa keracunan ini pertama kali terdeteksi pada sore hari, ketika beberapa warga mulai mengeluh merasa tidak enak badan setelah menikmati perkedel tahu yang dibeli dari penjual yang sama. Warga yang merasa gejalanya semakin parah segera melapor ke petugas kesehatan setempat, yang kemudian melakukan pemeriksaan dan menemukan adanya tanda-tanda keracunan massal.

“Pada awalnya kami menerima laporan tentang beberapa orang yang merasa mual dan muntah setelah makan perkedel tahu. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, ternyata ada lebih dari 340 orang yang mengalami gejala serupa,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Ketapang, Dr. Arief Santoso, dalam konferensi pers.

Pihak berwenang segera melakukan penyelidikan terhadap sumber penyebab keracunan tersebut. Hasil penyelidikan awal menunjukkan bahwa perkedel tahu yang dibeli oleh korban mengandung MBG yang terkontaminasi dalam bahan baku yang digunakan oleh penjual. Diduga, bahan tersebut masuk ke dalam perkedel tahu karena penggunaan minyak goreng yang tidak layak pakai atau kemungkinan adanya kebocoran dari bahan baku yang tidak terjamin keamanannya.Lagi, MBG Bawa Petaka. Ratusan Siswa, Guru Dan Petugas Ketapang Keracunan –  JAPOSCO

Baca Juga: Digadang Akan Saingi Boeing dan Airbus China Pamerkan Pesawat Comac

MBG: Bahan Berbahaya yang Terlarang untuk Makanan

MBG, atau Methyl Butyl Glycol, adalah senyawa kimia yang sering digunakan dalam industri kimia dan pembersihan. Bahan ini diketahui memiliki potensi racun yang sangat berbahaya jika terkontaminasi pada makanan yang dikonsumsi manusia. Mengonsumsi MBG dalam jumlah besar dapat menyebabkan kerusakan pada sistem pencernaan, gangguan syaraf, dan dalam kasus yang lebih parah dapat berujung pada keracunan fatal.

Pihak Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Indonesia langsung terjun ke lokasi kejadian untuk mengidentifikasi dan mengumpulkan sampel dari bahan baku makanan yang digunakan oleh penjual perkedel tahu. Setelah melakukan uji laboratorium, BPOM mengonfirmasi bahwa MBG ditemukan dalam kadar tinggi pada bahan baku minyak goreng yang digunakan untuk menggoreng perkedel tahu tersebut.

“MBG sangat berbahaya untuk kesehatan manusia. Kami menduga bahwa penggunaan bahan baku yang tidak sesuai standar dan tidak layak pakai menyebabkan terkontaminasinya makanan yang dikonsumsi oleh warga,” ujar Kepala BPOM Kalimantan Barat, Nur Hasanah.

340 Orang di Ketapang Langkah Pemerintah dan Pengawasan Ketat terhadap Pedagang Makanan

Pemerintah Kabupaten Ketapang, bersama dengan aparat kepolisian dan instansi terkait, segera melakukan langkah-langkah penanggulangan. Semua pedagang yang terlibat dalam penyebaran keracunan ini telah diminta untuk menghentikan sementara penjualannya, sementara pihak kepolisian melakukan pemeriksaan terhadap para pedagang yang menjual perkedel tahu yang terkontaminasi.

“Untuk sementara waktu, kami sudah menghentikan operasional pedagang tersebut dan melakukan pengecekan terhadap sumber bahan baku mereka. Kami juga akan memberikan edukasi dan pelatihan kepada pedagang tentang pentingnya menjaga kebersihan dan keamanan pangan,” tambah Dr. Arief Santoso.

Selain itu, petugas juga melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan apakah ada unsur kelalaian atau tindakan yang disengaja oleh pihak-pihak tertentu dalam mendistribusikan bahan berbahaya tersebut. Pemerintah Kabupaten Ketapang menegaskan bahwa mereka akan memberikan sanksi tegas kepada siapapun yang terbukti bertanggung jawab atas kejadian ini.

Korban Dilarikan ke Rumah Sakit, Sebagian Besar Sembuh

Sebagian besar korban keracunan sudah mendapatkan perawatan medis dan berada dalam kondisi stabil. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ketapang melaporkan bahwa sekitar 90% dari pasien yang dirawat telah pulih setelah diberikan cairan infus dan obat-obatan untuk mengatasi keracunan. Beberapa pasien yang masih dirawat intensif dinyatakan dalam kondisi cukup serius, namun dipastikan tidak ada korban jiwa akibat kejadian ini.

Shoppe Mall