Ekonomi Kreatif Kian Menjanjikan: BPS Catat 27,4 Juta Tenaga Kerja Terserap
Jangkauan Tanggerang Selatan – Ekonomi Kreatif Indonesia kembali menunjukkan performa impresif pada tahun 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa ekonomi kreatif telah menyerap tenaga kerja sebanyak 27,4 juta orang, atau setara 18,70 persen dari total angkatan kerja nasional. Angka ini menunjukkan kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya, ketika angka penyerapan tenaga kerja sektor ini mencapai 26,48 juta orang.
Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menyampaikan bahwa peningkatan ini memperlihatkan bagaimana menjadi salah satu sektor yang sangat penting dalam struktur ketenagakerjaan Indonesia. Data ini dipaparkan dalam rangka pelaporan statistik ekraf kepada Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif pada Desember 2025.
Pengaruh Ekonomi Kreatif terhadap Ketenagakerjaan Nasional
Peran dalam menyerap tenaga kerja menjadi salah satu kunci bagi upaya penyerapan tenaga kerja nasional. Dengan menyerap hampir satu dari lima pekerja di Indonesia, sektor ini menjadi alternatif sekaligus pelengkap lapangan kerja di luar sektor tradisional seperti manufaktur atau jasa umum.
Lebih dari setengah tenaga kerja di sektor ini adalah generasi muda berusia di bawah 40 tahun, menandakan bahwa menjadi magnet bagi tenaga kerja baru yang adaptif terhadap perubahan tren dan teknologi.
Baca Juga: Gugatan Class Action Bencana Ekologis Sumatera
Distribusi Tenaga Kerja di Berbagai Provinsi
Distribusi tenaga kerja kreatif tidak merata di seluruh wilayah Indonesia. Provinsi Jawa Barat menjadi wilayah dengan penyerapan tenaga kerja ekraf terbesar, mencapai 6,24 juta orang.
Ekonomi Kreatif dan Pertumbuhan PDB
Selain menyerap banyak tenaga kerja, juga berkontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Menurut laporan BPS, nilai PDBpada tahun 2024 mencapai Rp1.611,2 triliun dan menyumbang sekitar 7,28 persen terhadap total PDB Indonesia.
Potensi Ekspor yang Meningkat
Sektor ini tidak hanya kuat di dalam negeri tetapi juga semakin kompetitif di pasar global.
Pentingnya Sensus Ekonomi 2026
Dalam rangka mendapatkan gambaran yang lebih rinci tentang kondisi Indonesia, BPS bersama Kementerian tengah menyiapkan Sensus 2026 (SE2026). Program ini akan memetakan secara komprehensif tentang profil pelaku usaha kreatif—mulai dari jenis usaha, lokasi operasional, hingga skala usaha di seluruh Indonesia. Data ini dipandang penting untuk menyusun kebijakan berbasis bukti (data‑driven policy) yang mampu menunjang pertumbuhan lebih lanjut dari sektor kreatif.
Mendorong Ekonomi Kreatif sebagai Mesin Pertumbuhan
Para pemangku kebijakan menilai bahwa bukan sekadar tren sementara, tetapi telah menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi.
Kesimpulan
Pertumbuhan sektor Indonesia dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren positif yang kuat. Dengan 27,4 juta pekerja terserap, peningkatan kontribusi terhadap PDB, serta prospek ekspor yang menjanjikan, menjadi salah satu lokomotif penting dalam perekonomian nasional.






