1. Patroli Gabungan Skala Besar: 200 Personel Jaga 26 Titik Rawan
Jangkauan Tanggerang Selatan – Patroli Gabungan Skala Polres Tangsel, TNI, Satpol PP, hingga unsur masyarakat tergabung dalam patroli gabungan yang menyisir 26 titik rawan di seluruh sembilan kecamatan, dilaksanakan dengan melibatkan 200 personel. Keberadaan Forkopimda dalam kegiatan ini dimaksudkan sebagai jaminan bahwa keamanan dan ketertiban masyarakat menjadi prioritas utama.
2. Sinergi Kuat: Aparat dan Pemerintah Hadir di Tengah Warga
Menurut Kapolres AKBP Victor Inkiriwang, patroli ini bukan cuma soal tindakan responsif, tapi juga mencerminkan kehadiran aktif pihak berwenang dalam masyarakat. Dandim 0506 menekankan pentingnya kolaborasi dengan pemangku wilayah untuk memastikan warga bisa menjalankan aktivitas secara nyaman tanpa kerisauan.
Wali Kota Benyamin Davnie menambahkan bahwa patroli skala besar ini adalah bentuk konkret “keseriusan pemerintah hadir di tengah masyarakat”—memberikan rasa aman serta nyaman bagi warga Tangsel agar tak terpengaruh isu-isu negatif.
Baca Juga: Agenda Demonstrasi di Sejumlah Daerah, 1 September 2025
3. Rembug Warga: Dialog Aktif Cegah Potensi Anarkis
Lewat kegiatan Rembug Warga di Pondok Aren, Benyamin mengajak masyarakat proaktif mendukung keamanan lingkungan. Ia menekankan pentingnya peran RT/RW, pos ronda, dan pengenalan terhadap warga baru atau pendatang sebagai langkah preventif menjaga kamtibmas.
Kapolres juga memberikan edukasi tentang bahaya hoaks di media sosial, tawuran, dan narkoba—serta pentingnya pengawasan orang tua terhadap pergaulan anak-anak sebagai bagian dari kampanye keamanan komunitas.
4. Tindak Tegas Premanisme & Pungli: Pemkot Siap Jadi “Bekingan” Warga
Benyamin menegaskan bahwa apapun bentuk premanisme atau pungutan liar (pungli) tidak akan ditoleransi. Pemkot bersama Polres Tangsel siap menjadi benteng pelindung warga. Ia juga mendorong masyarakat tak takut melapor—karena laporan warga adalah fondasi utama penegakan hukum.
5. Patroli Gabungan Skala Patroli, Dialog, dan Keterlibatan Warga
| Pendekatan | Fokus Utama |
|---|---|
| Patroli Terpadu | Keamanan di titik-titik rawan dengan keterlibatan lintas instansi |
| Dialog Proaktif | Rembug warga sebagai ajang edukasi dan respons kondisi lokal |
| Penegakan Hukum Aktif | Penolakan keras terhadap premanisme & pungli, dengan aparat sebagai pelindung |
| Mitigasi Komunitas | Masyarakat sebagai mitra strategis dalam menjaga keamanan lingkungan |
Kesimpulan
Implementasi patroli intensif, pembukaan dialog masyarakat, dan sistem penghukuman tegas terhadap pelanggaran—semuanya merupakan strategi menyeluruh menghadirkan ketenangan di kota.






